Pagi hari (16.08.2008) saya beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke kota Pekalongan dan dilanjutkan ke kota Yogyakarta. Perjalan ditempuh dengan memakan waktu selama kurang lebih 7 jam, karena sempat berhenti di pasar batik Pekalongan untuk belanja suvenir dan sebagainya..
Setelah belanja, kami pun langsung bergerak menuju kota Yogyakarta. Sesampainya disana, saya bertemu dengan Rama dan kami pun langsung makan malam di lesehan kawasan Malioboro. Disana sangat terkenal dengan pasar suvenir di selasar sepanjang jalan Malioboro dan warung lesehan yang menyajikan makanan daerah setempat, seperti burung puyuh goreng/bakar, ayam kampung goreng/bakar, nasi gudeg, dan sebagainya.

Tadinya saya berencana sampai di Jogja tanggal 15.08.2008, karena dapat info kalau di sana akan diadakan kopdar blogger se-Jogja yang dinamai ‘Juminten’. Sayang sekali saya tidak bisa hadir yang akhirnya saya titipkan kepada Rama di kopdar tersebut.
Setelah makan malam, waktunya shopping..Saya belanja suvenir untuk oleh2 di sepanjang jalan Malioboro. Ada macam-macam barang dari ujung kaki sampai dengan ujung rambut deh pokoknya. Ini berlaku untuk pria dan wanita lho..Setelah belanja saya dan Rama begerak menuju wilayah nol kilometer atau tepatnya di depan monumen serangan umum 1 maret 1949. Malam itu suasana disana ramai dengan remaja beserta pasangannya atau pun dengan sesama anggota perkumpulannya.

Tak terasa pukul sudah menunjukkan angka 22.30 yang artinya saya harus segera kembali ke hotel tempat saya menginap untuk beristirahat dan melanjutkan perjalanan saya esok harinya..

